Minggu, 18 April 2021

Manajemen sekolah

 Manajemen Sekolah 

   Manajemen atau pengelolaan merupakan komponen integral yang dapat dipisahkan dari proses pendidiakan . Jika tidak ada manajemen tidak mungkin pendidikan dapat diwujudkan secara optimal , efisien . 

   Manajemen pendidikan adalah dua kata yang mempunyai  satu arti yang sama , yaitu manajemen dan pendidikan . Secara sederhana menejemen pendidikan dapat di artikan sebagai manajemen pendidikan yang di jalan kan dalam proses pendidikan dengan ciri khas dan sepesipik yang terdapat dalam dunia pendidikan . Manajemen pendidikan adalah  suatu alat yang dapat di gunakan dalam mencapai suatu tujuan pendidikan. Unsur manajemen pendidikan merupakan salah satu penerapan prinsip manajemen dalam proses pendidikan .  Manajemen pendidikan merupakan suatu rangkaian dari suatu proses pendidikan yang terdiri dari perencanaan , pengorganisasian ,penggerakan dan pengawasan yang saling berkaitan dalam  dunia pendidikan (Kurniadin dan Macheli, 2012:117).

   Husaini Usman mendefinisikan manajemen pendidikan sebabagai seni ilmu yang mengelola suatu sumber daya dalam sautu pendidikan agar dapat mewujudkan proses dan hasil belajar siswa secara kereatif , aktif , inofatif , dan menyenangkan dalam pengembangan pontesi siswanya . Manajemen adalah seni dalam mengelolah program pendidikan agar dapat mencapai pendidikan secara efektif dan efisien . Manajemen pendidikan adalah suatu proses perencanaan dalam dunia pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan yang baik ( Usman , 2013: 14 ) . 

    Dalam memahami manajemen pendidikan perulu kita paham terlebih dahulu fungsi – fungsi pokok dalam manajemen sebagai mana yang telah di paparkan di atas . Beberapa fungsi tersebut dapat kita pahami sebagai berikut , perencanaan adalah proses menetapkan tujuan melaluai cara dengan metode yang tepat dan sistematis untuk mencapai tujuan . Melalaui  suatu perencanaan  lembaga suatu pendidikan akan dapat menyusun pendidikan dan prosedur yang palaing baik dalam menjalan kan suatu kegiatan dalam pendidikan . Pengorganisasian adalah proses membentuk suatu kerja sama beberapa individu dalam suatu struktur tertentu untuk mencapai tujuan . Tujuan yang lain atau berbeda , sehingga di perlukan nya upaya penyusunan sturuktur organisasi melalu metode pengorganisasian . Pengarahan adalah proses suatu pengarahan dan mengajak suatu anggota organisasi secara perorangan ataupun secara keseluruahan dalam  berbagai kegiatan pendidikan untuk mencapai tujuan .  Pengendalian adalah suatu proses memastikan bahwa kegiatan yang di laksanankan harus sesuai dengan tujuan harus sesuai dengan rencana yang telah di buat atau di tetapkan dalam proses perencanaan . Ada tiga unsur penting dalam pengendalaian dalam suatu proses pendidikan adalah standar kinerja , pengukuran yang telah di laksanakan , dengan perbandingan antara kinerja yang di laksanakan dengan standar kerja. Jika ditemukan sebua penyimpangan dalam melaksanakan suatu kegiatan maka perlu di lakukan nya sebuah perbaikan agar dapat menghilangkan dan mengurangi penyimpangan tersebut (Nafas , 2011:28-30).

    Berdasarkaan paparan di atas mengenai manajemen pendidikan pada intinya manajemen adalah suatu yang sangat penting dalam suatu lembaga pendidikan . Jika manajemen dalam suatu lembaga pendidikan baik maka dapat di pastikan bahwa lembaga pendidiakan tersebut berkualitas dan bermutu. Peningkatan mutu dalam majemen lembaga pendidikan ini dapat memunculkan sebuah konsep yang dapat disebut dengan manajemen berbasis sekolah yang memberikan  kekuasaan penuh terhadap sekolah dan para pendidikan dalam mengatur suatu pendidikan dan pengajaran , merencanakan , mengawasi , mengembangkan dan mengendalaikan semua yang ada dalam proses pendidikan . 

Konsep Manajemen Berbasis Sekolah

Istilah manajemen berbasis sekolah merupakan terjemahan dari School – Based Management . Istilah ini pertama kali muncul di amerika serikat ketika masyarakat mulai bertanya tentang relevansi suatu pendidiakan apakah sesuai dengan tuntunan dan perkembangan dalam masyarakat . Manajemen berbasis sekolah perupakan sesuatu yang memberikan sebauah otonomi yang sangat luas pada suatu sekolah  . dalam rangka pendidikan nasional .

  Dalam penyelengaraan pendidikan telah melahirkan sebuah persepektif baru dalam pengelolaan pendidikan yang di sebut dengan manajemen berbasis sekolah . Yang dapat di sebut dengan otonomi sekolah atau desenteralisasi sekolah yang dapat di artikan sebagai pengelolaan pendidikan yang sesuai dengan kebutuahan sekolah dan masyarakat . Jika di artikan secara konseptual manajemen berbasis sekolah adalah pengelolaan yang memberikan seluruh kebijakan kepada guru dan sekolah untuk mengatur jalannya pendidikan dalam suatu sekolah dan masyarakat pun terlibat dalam pendidiakan .

Salah sautu perlibatan masyarakat yang di maksudkan adalah agar masyarakat sebagai stakeholder sekolah dapat memahami, membantu , dan mengatur pengelolaan pendidikan . Dalam kebijakan nasional yang merupakan priotitas pemerintah harus tetap di jalan kan oleh pihak sekolah . Sistem manajeman sekolah di tuntut untuk secara mandiri dalam mengali dan penentuan prioritas dan dapat mempertanggung jawabkan pemberdayaan sumber baik itu kepada masyarak ataupun pemerintah .

   Pada intinya manajemen berbasis sekolah merupakan salah satu wujud dari perubahan pendidiakan yang memberikan suatu tawaran kepada sutu lembaga pedidikan untuk memberikan suatu pendidikan yang baik dan cukup memadai bagi peserta didik.  Otonomi dalam manajemen merupakan kegiatan yang dapat meningkatkan kinerja guru dan staf dan melibat kan partisipasi langsug terhadap masyarakat terhadap pendidikan . Kewenangan yang berpusat pada sekolah  merupakan inti dari management berbasis sekolah yang memiliki tingkat keefektifan tinggi dan memberikan keuntungan berikut :

Kebijakan dan kewenangan sekolah berpengaruh langsung terhadap peserta didiknya orang tua dan guru .

Bertujuan memberikan bagaimana cara untuk memanfaatkan sumberdaya yang ada di lingkungan sekolah 

Dapat memberikan keefektifan dalam melaksanakkan dalam pembinaan peserta didik seperti absensi , hasil belajar , tingkat pengulangan , keputusan sekolah , moral guru dan sekolah .

Timbulnya perhatian bersama dalam mengambilan keputusan guru , manajemen sekolah , rancana sekolah dan perubahan perencanaan  ( Mulyasa , 2014: 25).

Prinsip Manajemen Berbasis Sekolah 

Terdapat empat prinsip menjemen berbasi sekolah sebagai  otonomi daerah dalam bidang pendidikan yang dijadikan landasan dalam penterjemahan konsep manajemen  dan penigkatan mutu berbasisi sekolah yang sesuai dengan tujuannya , yaitu flexsibilitas , partisipasi , dan inisiatif .

Prinsip otonomi 

Prinsip otonomi dapat di artikan sebagai suatu kemandirian , yaitu kemandirian dalam megatur dan mengurus proses pendidikan 

Kemandirian itu meliputi proses program dan pembiyayaan adalah salah satu kemandirian bagi suatu sekolah . Kemandirian itu jika di lakukan secara terus – menerus selama perkembagan sekolah .

Prinsip Fleksibilitas 

Prinsip fleksibilitas dapat kita artikan sebagai suatu keluwesan artinya dana yang di berikan kepada pihak sekolah sebagai sarana untuk mengelolah dan memanfaatkan  juga untuk pemberdayaan sekolah dapat di upayakan scara oftimal mungkin sebagai unpaya untuk meningkatkan mutu sekolah.  Prinsip ini akan menimbulkan sekolah yang cepat tangkap dan sigap dalam menghadapi permasalahan yang ada di sekolah.

Prinsip partisipasi 

Prinsip partisipasi dapat diartikan sebagai penciptaan lingkungan yang terbuka . Dalam prinsip ini seluruh warga sekolah dan masyarakat di ikut sertakan dalam penyelenggaraan pendidiakan baik itu dalam pengambilan keputusan , pelaksanaan dan evaluasi dalam peningkatan mutu pendidiakn. 

Prinsip inisiatif 

Prinsip ini dapat di artikan sebagai prinsip yang dinamis . Oleh karena itu potensi sumberdaya manusia harus terus di gali dan di kembangkan agar dapat tercipta sumberdaya manusia yang inisiasif dalam pengelolaan suatu pendidiakn ( Hidayat dan Machali , 2012:56).

Tujuan dan Manfaat Manajemen Berbasi Sekolah 

Penerapan pengelolaan pendidikan dengan model management berbasis sekolah bertujuan untuk meningkatkan efisiensi ,mutu dan pemerataan pendidikan . Peningkatan mutu ini dapt di peroleh antara lain melalui partisipasi antara orang tua dan sekolah .

Peningkatan dapat di peroleh melalui masyarakat yang membuat pemerintah berfokus pada kelompok tertentu. Hal ini timbul karena kepemilikan yang tinggi terhadap sekolah ( Hidayat dan Machali , 2012:57).

   Penerapan manajemen berbasis sekolah sangat banyak memberikan suatu manfaat . Di karenakan manjemen berbasis sekolah telah memberikan kebebasan dan keluasan yang cukup besar ke pada sekolah dan harus bisa mempertanggung jawabkan . Dengan adanya otonomi yang memberikan keluasan maka pihak sekolah dapat meningkatkan kesejahteraan para guru agar dapat terfokus pada satu tugas. Selain itu penerapan management berbasis sekolah akan dapat meningkatkan koprofesional seorang guru dan kepala sekolah sebagai pemimpin sekolah , hal ini di karenakan konsep dari managemen berbasis sekolah menginginkan suatu kebebasan terhadap seorang guru dan kelpala sekolah dalam penyusunan kuikulum dan program akan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.  Management berbasis sekolah menekankan suatu keterlibatan antara berbagai pihak seperti pada pihak sekolah swasta , sehingga meningkatkan partisifasi staf , orang tua, dan masyarakat yang lebih luas dalam merumuskan keputusan pendidikan  .  Partisipasi tersebut dapat lebih meningkatkan keyakinan terhadap sekolah. Selanjutnya aspek nya dapapt mendukung dalam mencapai tujuan sekolah . Dengan adanya kontrol dari masyarakat dan pemerintah pengelolaan dalam pendidikan (Mulyasa , 2014:26).

Karakteristik Manajemen Berbasis Sekolah 

   Karakteristik manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah akan di ketahui bila sekolah dapat semaksimal mungkitn dapat mengoptimalkan kinerjanya . Beberapa kinerja nya berupanya yang di jadikan sebagai acuan adalah proses belajar, sumber belajar , keforpesionalan pendidik dan administrasi secara menyeluruh .

Saud , seperti dikutip Mulyasa ( 2014) , menjelaskan bahwa sebuah karakteristik dasar management berbasis sekolah adalah pemberian otonomi yang luas kepada sekolah, dan partisipasi masyarakat , orang tua , kepemimpinan sekolah yang frofesioanl serta adanya tim kerja yang frofesional . 

Faktor – Fakor Penting dalam Manajemen Berbasis sekolah 

Terdapat beberapa fator yang di perhatikan dalam peningkatan mutu manajemen mutu berbasis sekolah . Faktor itu berkaitan dengan sekolah , kebijakan sekolahh , pemerinatah , masyarakat dan propesioanal dalam profesi. 

Kewajiban Sekolahh

Manajemen berbasis sekolah yang di mana memberikan keluasan sehingga dapat menciptakan kepala sekolah guru yang profesional . Oleh karena itu kewajiban dan tuntutan atas tanggung jawab yan tinggi untuk menjamin pemerintah memenuhi harapan masyarakat dan sekolah .

Kebijkan dan Prioritas pemerintah 

Di sini pemerintah bertanggung jawab terhadap pendidikan nasional yaitu merumuskan kebijaakan – kebijakan yang berkaitan dengan efisiensi dan mutu dalam pendidikan .

Peran orang tua dan masyarakat 

   Peran masyarakat merupakan hal yang penting karena  dikarenakan dalam pegambilan keputusan . agar masyarakat dapat lebih memahami dan mengawasi dan juga dapat membantu sekolah dalam pengelolaan dalam kegiatan belajar mengajarkan.

Peranan profesional dan manjerial 

Dalam pelaksanaan manajemen berbasis sekolah yaitu dapat berpotensi meningkatkan keprofesionalan dan menejerial untuk dapat memenuhi persyaratan dalam melaksanakan menajemen berbasis sekolah guru dan tenaga administrasi harus memiliki dua sifat yitu porfesional dan manajerial. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar