Minggu, 25 April 2021

Manajemen Kelas

 1.Konsep  Manajemen Pendidikan 

a. Pengertian manajemen kelas 

Manajemen kelas berasal dari dua kata , yaitu manajemen dan kelas , manajemen berasal dari kata  bahasa inggris yaitu managemnet , yang diterjemahkan pula menjadi pegelolaan yang berarti pengunaa sumberdaya untuk mencapai tujuan dan sasaran . Sementara yang di maksud dengan kelas adalah sekelompok peserta didik yang mendapat kan pembelajaran dari seorang pendidik . Kata kelas dapat lagi di maknakan dengan dua arti yaitu dalam arti yang pertama kelas dalam artian yang kecil adalah kelas dapat di artikan sebagai suatu tempat atau ruangan yang berfungsi sebagai tempat kegiatan proses beljar dan mengajar . Kedua kelas dalam artian luas , yaitu sekelompok masyarakat yang melakukan proses belajar  mengajar  secara kreatif untuk mencapai suatu tujuan . Jadi manajemen kelas adalah suatu proses yang dilakuakan untuk menciptakan cara belajar yang efektif dan bisa membuat peserta didik menjadi senang dan dafat menumbuh kan semangat belajar bagi peserta didik.

Menurut sudirman danim , manajemen kelas dapat didefinisikan sebagai berikut :

Manajemen kelas adalah sebuah seni atau suatu strategi kerja, yaitu seorang guru bekerja sendiri atau melalui orang lain misalakan seorang guru bekerja dengan anak didik nya demi mengoptimalkan sebuah sumberdaya kelas demi terciptan nya suatu proses yang baik dan efektif dan terarah . Disini sumberdaya kelas menjadi bagian yang paling penting atau inti untuk hasil belajar sebagai mana mestinya . 

Manajemen kelas adalah suatu proses perencanaan , pelaksanaan , pengorganisasian , dan penilaian yang dilakukan oeleh guru . baik itu di lakuakan dengan individu atau dengan orang lain semisal nya  dengan peserta didik itu sendiri demi tercapai nya proses belajar yang optimal . Kata perencanaan adalah suatu proses atau unsur – unsur penunjang dari proses belajar . Pelaksanaan mempunyai arti proses pembelajaran  dan evaluasi terdiri dari dua yaitu evaluasi proses dan evaluasipembelajar . 

Manajeman kelas adalah suatu proses seperti perencanaan , pengorganisasian , penggerakan , dan pengawasan yang di lakukan oleh seorang guru  , untuk mencapai suatu proses belajar yang efektif dan efisien .

Dari definisi di atas dapat saya pahami bahsa demi tercapai nya proses belajar yang efektif dan efisien itu teidak lepas dari proses perencanaan , pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran serta dapat mengoftimalkan sumber daya yang sebaik mungkin .  Definisi manajemen atau pengelolaan kelas telah mengalami suatu pergeseran yang cukup jauh meski proses dan tujuan nya sama yaitu deimi terciptannya proses belajar yang baik dalam proses pendidikan . Efisien dan efektivitas pembelajaran dapat diukur menuru nilai – nilai pendidikan . Adapun nilai – nilai yang dimaksud berupa perjuangan , kognitif , afeksi ,solidaritasi sosial, moral ,keagamaan dll . Berdasarkan pendekatan oprasional menurut weber, manajemen kelas adalah sebagai berikut 

Suatu kegiatan guru yang mencoba menciptakan sebuah ketertiban dan membangun suasana kelas melalui kedisiplinan

Kegiatan guru yang di lakukan untuk menciptakan dan memptertahankan ketertiban kelas dengan melalui itimidasi 

Merupakan kegiatan guru untuk dapat sebaik munggkin untuk kebebasan sisiwa 

Merupakan seperangkat dari kegiatan guru untuk menciptakan dengan cara mengikuti pentunjuk yang telah di tentukan 

Merupakan seperangkan dari kegiatan guru untuk dapat menciftakan suasana kelas yang efektif dengan melakukan perencanaan belajar yang baik dan bermutu .

Sebuah kegiatan guru yang di laksanakan untuk mengembangkan tingkah laku peserta didik yang tidak kita inginkan dengan cara mengurangi tingkah laku dari peserta didik agar tidak tercipta tingkah laku yang tidak di inginkan 

Sebua kegiatan guru untuk mengembangkan hubungan yang baik dan iklim kelas yang positf 

Seperangat kegiatan guru untuk menumbuhkan sebuah organisasi kelsa yang kondusif 

Kegiatan dari manajemen kelas meliputi mempertahankan ketertiban kelas , memberikan kebebasan terhadap siswa dalam proses pembelajaran , perencanaan , menerapkan tingkah laku yang positif kepada peserta didik dan mengembangkan sebuah hubungan interpersonal dan iklim sosioemosional yang baik dan juga positif dalam proses belajar mengajar .

b. Tujuan manajemen kelas 

Manajemen kelas pada umumnya memiliki sebuah tujuan yaitu untuk menciptakan efektivitas dan efisiensi dalam pencapaian tujuan pembelajaran . Selain itu manajemen kelas juga berutujuan untu menciptakan suasana proses belajar dan mengajar  yang nyaman . Dengan demikian proses tersebut akan dapat berjalan dengan efektif dan erarah , sehingga maksud dan tujuan dari sistem pendidikan dapat tercapai yang dapat menciptakan sebuah sumberdaya manusia yang bermutu dan berkualitas tinggi . 

Di dalam manajemen kelas terdapat sebuah pengelolaan fisik dan pengelolaan sosio – emosional merupakan bagian dalam pencapaian dan tujuan pembelajaran .  Sebuah ketercapaian yang di kemukakan oleh A.C. Wraag dapat di ketahui dari 

“ peserta didik memberikan respon yang baik yaitu dengan perlakuan yang sopan dan penuh perhatian dari seorang guru . Peserta didik akan semangat belajar dan berkonsetrasi dalam melaksanakan tugas yang sesuai dengan kemampuanya  

Tujuan dari manajemen kelas yang di sampaikan oleh Dirjen PUOD dan Dikdasmen adalah sebagai berikut   

Mewujudkan situasi dan kondisi di dalam kelas saat proses belajar mengajar 

Menghilangkan berbagai tantangan yang dapat menghambat terjadinya interaksi pembelajaran . Mengatur segala pasilitas belajar yang berufungsi mendukung dan dapat memungkinkan siswa belajar sesuai dengan soial , emosional dan keterampilan siswa di kelas 

Mengarahkan dan membimbing siswa yang mempunyai keterbatasan ekonomi dan sifat dari individunya 

Jika tujuan dari pembentukan manajemen kelas sudah tercapai terdapat dua kemukinan yang akan di alami oleh siswa sebagai indikator keberhasilan dari manajeman itu sendiri .

Manajemen kelas dapat di katakan berhsil apabila siswa memiliki semangat belajar dan bekerja yang tinggi . siswa pantang menyerah selalau berfikir positif manakalah mereka tiadak pahamam dengan tugas yang akan di kerjakan tapi siswa itu masih tetap menunjukan semanggat belajar yang tinggi walaupun mereka menghadapi masalah yang sulit sekalipun .

Manajemen kelas dapat di katakan berhasil apabila setiap siswa mampu utuk melakukan sebuah pekerjaan ataupun tugas tidak membuan – buang waktu sedikitpun . artinya siswa dapat mengunakan waktu sebaik mungkin untuk mengerjakan segala sesuatu .

c. Prinsip manajemen kelas 

Di dalam suatu sekolah , perlu kita sadari bahwa sejumlah siswa di dalam kelas juga turut mewarnai dinamika kelas itu sendiri. Jika semakin banyak jumlah siswa di dalam kelas maka akan terjadi kemungkinan akan terjadi suatu konflik antar peserta didik  . Jika sebalik nya di dalam kelas terdapat sedikit siswa akan mengurangi terjadi nya konflik antar sisiwa oleh karena itu agar manajemn kelas dapat tercapai dengan baik maka penting bagi seorang guru untuk memahami beberapa prinsip –prinsip dasar ini sangat  akan sangat membantu dalam mengelolah manajemen kelas.

Berikut ini prinsip- prinsip manajemen kelas yaitu 

Guru harus hangat dan antusias 

Agar dapat terciptanya suasana kelas yang baik seorang guru haru memiliki sikap yang hangat dan antusias terhadap muridnya . Untuk dapat memiliki sikap yang hangat dan atusias seorang guru dapat melakukan hal- hal berikut 

Cara yang pertama yaitu kita sebagai seorang pendidika harus sesering mungkin setiap kali pertemuan di kelas menanyakan kabar siswa kita cara ini mungkin dapat membuat mereka tidak tegang pada saat proses belajar .

Cara yang kedua yaitu berikan waktu kepada siswa untuk bercerita tantang persoalan yang mungkin sedang mereka hadapi baik itu masalah belajar ataupun di luar pelajaran 

Cara yang ketiga yaitu  berdoa bersama Kita sebagai seorang pendidikan harus la mendoakan siswa kita dengan khusuyuk dan ikhlas agar kelak mereka dapat menagkap materi atau pelajaran yang sedang kita terangan .

Untuk memiliki sikap antusias sebagai seorang guru ada beberapa langkah yang harus di lakukan yaitu :

Pertama , guru tidak sungkan memberikan pujian kepada siswanya agar peserta didik merasa di hargai pada saat proses belajar dan mengajar 

Kedua, guru selalu berusaha untuk membantu siswa . Sebagai seorang guru kita harus membantu siswa yang sedang ada masalah sehinga antara siswa dan guru tercipta sikap saling peduli dan saling tolong menoling sehingga siswa menjadi senang 

Ketiga , guru haurs melakukan shering atau bertukar pendapat dengan siwa , yang sedang megemukakan masalah peribadinya agar siswa kita merasa tidak bosan 

Keempat , sebagai seorang guru kita harus menghargai siswa nya . ketika ada seorang PPsiswa yang mengemukakan pendapat nya kita harus menghargai pendapat tersebut . Agar peserta didik juga bisa menghargai kita sebagai gurunya .

Seorang guru harus mampu memberikan tantangan 

Biasanya seoran siswa sangat menykai tantangan yan mengusik rasa ingin tahu mereka . Karena itu , sebagai seorang guru kita harus bisa memberikan tantangan tersebut 

Berikut ini akan di jelaskan beberapa langkah yang dapat di lakukan oleh guru dalam memberikan tantangan 

Pertama, Lakukan evalauasi secara terus menerus setiap minggu . 

Kedua , Berikan kuais terhadap siswa misalnya guru memberikan soal kepada siswa dan siapa yang bisa menjawab maka akan di beri hadia .

Ketiga , Kaitkan dengan dunia luar .

Keempat , mengunakan sebuah metode yang berpariasi 

Guru harus bisa mampu bersikap luwes 

Sebagai seorang guru kita harus mempunyai  sikap luwes kepada siswan nya . artinya di dalam proses belajar mengajar di kelas guru tidak haru menjadi seorang yang serba tahu sesekali seorang guru harus menjadi saudara , orang tua, dan sahabat bagi siswanya. 

Jika seorang guru mempunyai sikap luwes kepada siswa nya maka dapat menumbuhkan rasa saling menghormati dan menghargai antara guru dan siswa . 

Pendekatan dalam manajemen kelas 

Pendekatan kekuasaan 

Pendekatan kekuasaan di sini memiliki arti di mana sikap atau konsistensi aturan – aturan yang harus di tegakkan demi tercapai nya sebuah kedisiplinan di dalam kelas 

Pendekatan ancaman 

Ancaman juga dapat di lakukan oleh seorang guru untuk memanjemen kelas yang baik .

Pendekatan kebebasan 

Pendekatan resep 

Pendekatan pengajaran 

Pendekatan perubahan tingkah laku 

Pendekatan sosio emosional 

Pendekatan kerja kelompok 

Pendekatan elektis atau pluralistis 



Minggu, 18 April 2021

Manajemen sekolah

 Manajemen Sekolah 

   Manajemen atau pengelolaan merupakan komponen integral yang dapat dipisahkan dari proses pendidiakan . Jika tidak ada manajemen tidak mungkin pendidikan dapat diwujudkan secara optimal , efisien . 

   Manajemen pendidikan adalah dua kata yang mempunyai  satu arti yang sama , yaitu manajemen dan pendidikan . Secara sederhana menejemen pendidikan dapat di artikan sebagai manajemen pendidikan yang di jalan kan dalam proses pendidikan dengan ciri khas dan sepesipik yang terdapat dalam dunia pendidikan . Manajemen pendidikan adalah  suatu alat yang dapat di gunakan dalam mencapai suatu tujuan pendidikan. Unsur manajemen pendidikan merupakan salah satu penerapan prinsip manajemen dalam proses pendidikan .  Manajemen pendidikan merupakan suatu rangkaian dari suatu proses pendidikan yang terdiri dari perencanaan , pengorganisasian ,penggerakan dan pengawasan yang saling berkaitan dalam  dunia pendidikan (Kurniadin dan Macheli, 2012:117).

   Husaini Usman mendefinisikan manajemen pendidikan sebabagai seni ilmu yang mengelola suatu sumber daya dalam sautu pendidikan agar dapat mewujudkan proses dan hasil belajar siswa secara kereatif , aktif , inofatif , dan menyenangkan dalam pengembangan pontesi siswanya . Manajemen adalah seni dalam mengelolah program pendidikan agar dapat mencapai pendidikan secara efektif dan efisien . Manajemen pendidikan adalah suatu proses perencanaan dalam dunia pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan yang baik ( Usman , 2013: 14 ) . 

    Dalam memahami manajemen pendidikan perulu kita paham terlebih dahulu fungsi – fungsi pokok dalam manajemen sebagai mana yang telah di paparkan di atas . Beberapa fungsi tersebut dapat kita pahami sebagai berikut , perencanaan adalah proses menetapkan tujuan melaluai cara dengan metode yang tepat dan sistematis untuk mencapai tujuan . Melalaui  suatu perencanaan  lembaga suatu pendidikan akan dapat menyusun pendidikan dan prosedur yang palaing baik dalam menjalan kan suatu kegiatan dalam pendidikan . Pengorganisasian adalah proses membentuk suatu kerja sama beberapa individu dalam suatu struktur tertentu untuk mencapai tujuan . Tujuan yang lain atau berbeda , sehingga di perlukan nya upaya penyusunan sturuktur organisasi melalu metode pengorganisasian . Pengarahan adalah proses suatu pengarahan dan mengajak suatu anggota organisasi secara perorangan ataupun secara keseluruahan dalam  berbagai kegiatan pendidikan untuk mencapai tujuan .  Pengendalian adalah suatu proses memastikan bahwa kegiatan yang di laksanankan harus sesuai dengan tujuan harus sesuai dengan rencana yang telah di buat atau di tetapkan dalam proses perencanaan . Ada tiga unsur penting dalam pengendalaian dalam suatu proses pendidikan adalah standar kinerja , pengukuran yang telah di laksanakan , dengan perbandingan antara kinerja yang di laksanakan dengan standar kerja. Jika ditemukan sebua penyimpangan dalam melaksanakan suatu kegiatan maka perlu di lakukan nya sebuah perbaikan agar dapat menghilangkan dan mengurangi penyimpangan tersebut (Nafas , 2011:28-30).

    Berdasarkaan paparan di atas mengenai manajemen pendidikan pada intinya manajemen adalah suatu yang sangat penting dalam suatu lembaga pendidikan . Jika manajemen dalam suatu lembaga pendidikan baik maka dapat di pastikan bahwa lembaga pendidiakan tersebut berkualitas dan bermutu. Peningkatan mutu dalam majemen lembaga pendidikan ini dapat memunculkan sebuah konsep yang dapat disebut dengan manajemen berbasis sekolah yang memberikan  kekuasaan penuh terhadap sekolah dan para pendidikan dalam mengatur suatu pendidikan dan pengajaran , merencanakan , mengawasi , mengembangkan dan mengendalaikan semua yang ada dalam proses pendidikan . 

Konsep Manajemen Berbasis Sekolah

Istilah manajemen berbasis sekolah merupakan terjemahan dari School – Based Management . Istilah ini pertama kali muncul di amerika serikat ketika masyarakat mulai bertanya tentang relevansi suatu pendidiakan apakah sesuai dengan tuntunan dan perkembangan dalam masyarakat . Manajemen berbasis sekolah perupakan sesuatu yang memberikan sebauah otonomi yang sangat luas pada suatu sekolah  . dalam rangka pendidikan nasional .

  Dalam penyelengaraan pendidikan telah melahirkan sebuah persepektif baru dalam pengelolaan pendidikan yang di sebut dengan manajemen berbasis sekolah . Yang dapat di sebut dengan otonomi sekolah atau desenteralisasi sekolah yang dapat di artikan sebagai pengelolaan pendidikan yang sesuai dengan kebutuahan sekolah dan masyarakat . Jika di artikan secara konseptual manajemen berbasis sekolah adalah pengelolaan yang memberikan seluruh kebijakan kepada guru dan sekolah untuk mengatur jalannya pendidikan dalam suatu sekolah dan masyarakat pun terlibat dalam pendidiakan .

Salah sautu perlibatan masyarakat yang di maksudkan adalah agar masyarakat sebagai stakeholder sekolah dapat memahami, membantu , dan mengatur pengelolaan pendidikan . Dalam kebijakan nasional yang merupakan priotitas pemerintah harus tetap di jalan kan oleh pihak sekolah . Sistem manajeman sekolah di tuntut untuk secara mandiri dalam mengali dan penentuan prioritas dan dapat mempertanggung jawabkan pemberdayaan sumber baik itu kepada masyarak ataupun pemerintah .

   Pada intinya manajemen berbasis sekolah merupakan salah satu wujud dari perubahan pendidiakan yang memberikan suatu tawaran kepada sutu lembaga pedidikan untuk memberikan suatu pendidikan yang baik dan cukup memadai bagi peserta didik.  Otonomi dalam manajemen merupakan kegiatan yang dapat meningkatkan kinerja guru dan staf dan melibat kan partisipasi langsug terhadap masyarakat terhadap pendidikan . Kewenangan yang berpusat pada sekolah  merupakan inti dari management berbasis sekolah yang memiliki tingkat keefektifan tinggi dan memberikan keuntungan berikut :

Kebijakan dan kewenangan sekolah berpengaruh langsung terhadap peserta didiknya orang tua dan guru .

Bertujuan memberikan bagaimana cara untuk memanfaatkan sumberdaya yang ada di lingkungan sekolah 

Dapat memberikan keefektifan dalam melaksanakkan dalam pembinaan peserta didik seperti absensi , hasil belajar , tingkat pengulangan , keputusan sekolah , moral guru dan sekolah .

Timbulnya perhatian bersama dalam mengambilan keputusan guru , manajemen sekolah , rancana sekolah dan perubahan perencanaan  ( Mulyasa , 2014: 25).

Prinsip Manajemen Berbasis Sekolah 

Terdapat empat prinsip menjemen berbasi sekolah sebagai  otonomi daerah dalam bidang pendidikan yang dijadikan landasan dalam penterjemahan konsep manajemen  dan penigkatan mutu berbasisi sekolah yang sesuai dengan tujuannya , yaitu flexsibilitas , partisipasi , dan inisiatif .

Prinsip otonomi 

Prinsip otonomi dapat di artikan sebagai suatu kemandirian , yaitu kemandirian dalam megatur dan mengurus proses pendidikan 

Kemandirian itu meliputi proses program dan pembiyayaan adalah salah satu kemandirian bagi suatu sekolah . Kemandirian itu jika di lakukan secara terus – menerus selama perkembagan sekolah .

Prinsip Fleksibilitas 

Prinsip fleksibilitas dapat kita artikan sebagai suatu keluwesan artinya dana yang di berikan kepada pihak sekolah sebagai sarana untuk mengelolah dan memanfaatkan  juga untuk pemberdayaan sekolah dapat di upayakan scara oftimal mungkin sebagai unpaya untuk meningkatkan mutu sekolah.  Prinsip ini akan menimbulkan sekolah yang cepat tangkap dan sigap dalam menghadapi permasalahan yang ada di sekolah.

Prinsip partisipasi 

Prinsip partisipasi dapat diartikan sebagai penciptaan lingkungan yang terbuka . Dalam prinsip ini seluruh warga sekolah dan masyarakat di ikut sertakan dalam penyelenggaraan pendidiakan baik itu dalam pengambilan keputusan , pelaksanaan dan evaluasi dalam peningkatan mutu pendidiakn. 

Prinsip inisiatif 

Prinsip ini dapat di artikan sebagai prinsip yang dinamis . Oleh karena itu potensi sumberdaya manusia harus terus di gali dan di kembangkan agar dapat tercipta sumberdaya manusia yang inisiasif dalam pengelolaan suatu pendidiakn ( Hidayat dan Machali , 2012:56).

Tujuan dan Manfaat Manajemen Berbasi Sekolah 

Penerapan pengelolaan pendidikan dengan model management berbasis sekolah bertujuan untuk meningkatkan efisiensi ,mutu dan pemerataan pendidikan . Peningkatan mutu ini dapt di peroleh antara lain melalui partisipasi antara orang tua dan sekolah .

Peningkatan dapat di peroleh melalui masyarakat yang membuat pemerintah berfokus pada kelompok tertentu. Hal ini timbul karena kepemilikan yang tinggi terhadap sekolah ( Hidayat dan Machali , 2012:57).

   Penerapan manajemen berbasis sekolah sangat banyak memberikan suatu manfaat . Di karenakan manjemen berbasis sekolah telah memberikan kebebasan dan keluasan yang cukup besar ke pada sekolah dan harus bisa mempertanggung jawabkan . Dengan adanya otonomi yang memberikan keluasan maka pihak sekolah dapat meningkatkan kesejahteraan para guru agar dapat terfokus pada satu tugas. Selain itu penerapan management berbasis sekolah akan dapat meningkatkan koprofesional seorang guru dan kepala sekolah sebagai pemimpin sekolah , hal ini di karenakan konsep dari managemen berbasis sekolah menginginkan suatu kebebasan terhadap seorang guru dan kelpala sekolah dalam penyusunan kuikulum dan program akan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.  Management berbasis sekolah menekankan suatu keterlibatan antara berbagai pihak seperti pada pihak sekolah swasta , sehingga meningkatkan partisifasi staf , orang tua, dan masyarakat yang lebih luas dalam merumuskan keputusan pendidikan  .  Partisipasi tersebut dapat lebih meningkatkan keyakinan terhadap sekolah. Selanjutnya aspek nya dapapt mendukung dalam mencapai tujuan sekolah . Dengan adanya kontrol dari masyarakat dan pemerintah pengelolaan dalam pendidikan (Mulyasa , 2014:26).

Karakteristik Manajemen Berbasis Sekolah 

   Karakteristik manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah akan di ketahui bila sekolah dapat semaksimal mungkitn dapat mengoptimalkan kinerjanya . Beberapa kinerja nya berupanya yang di jadikan sebagai acuan adalah proses belajar, sumber belajar , keforpesionalan pendidik dan administrasi secara menyeluruh .

Saud , seperti dikutip Mulyasa ( 2014) , menjelaskan bahwa sebuah karakteristik dasar management berbasis sekolah adalah pemberian otonomi yang luas kepada sekolah, dan partisipasi masyarakat , orang tua , kepemimpinan sekolah yang frofesioanl serta adanya tim kerja yang frofesional . 

Faktor – Fakor Penting dalam Manajemen Berbasis sekolah 

Terdapat beberapa fator yang di perhatikan dalam peningkatan mutu manajemen mutu berbasis sekolah . Faktor itu berkaitan dengan sekolah , kebijakan sekolahh , pemerinatah , masyarakat dan propesioanal dalam profesi. 

Kewajiban Sekolahh

Manajemen berbasis sekolah yang di mana memberikan keluasan sehingga dapat menciptakan kepala sekolah guru yang profesional . Oleh karena itu kewajiban dan tuntutan atas tanggung jawab yan tinggi untuk menjamin pemerintah memenuhi harapan masyarakat dan sekolah .

Kebijkan dan Prioritas pemerintah 

Di sini pemerintah bertanggung jawab terhadap pendidikan nasional yaitu merumuskan kebijaakan – kebijakan yang berkaitan dengan efisiensi dan mutu dalam pendidikan .

Peran orang tua dan masyarakat 

   Peran masyarakat merupakan hal yang penting karena  dikarenakan dalam pegambilan keputusan . agar masyarakat dapat lebih memahami dan mengawasi dan juga dapat membantu sekolah dalam pengelolaan dalam kegiatan belajar mengajarkan.

Peranan profesional dan manjerial 

Dalam pelaksanaan manajemen berbasis sekolah yaitu dapat berpotensi meningkatkan keprofesionalan dan menejerial untuk dapat memenuhi persyaratan dalam melaksanakan menajemen berbasis sekolah guru dan tenaga administrasi harus memiliki dua sifat yitu porfesional dan manajerial. 

Minggu, 11 April 2021

Laporan bacaan kultur sekolah

 Asalammualaikum warahmatullahi wabarahkatu 

Nama saya , redo saputra dari kelas pai 4 e disini saya akan menceritakan laporan hasil membaca saya yaitu dengan topik kultur sekolah , pada hari sabtu tanggal ( 10-04-2021) untuk memenuhi tugas matakuliah magang satu . Kami sebagai mahasiswa di wajibkan untuk menulis laporan hasil membaca pada setiap kali pertemuan nya sesuai dengan, bahan bacaan yang telah di berikan oleh dosen ,terkait dengan bahan bacaan yang saya baca dan saya pahami tentang kultur sekolah , pertama – tama saya akan menjelaskan menurut pemahaman saya apa itu kultur . Istilah kata kultur berasal dari bahasa inggris yaitu culture  yang bisa di samakan dengan istilah budaya . Menurut zamroni (2000: 149), konsep kultur dalam dunia pendidikan berasal dari kultur tempat kerja dan industri , yakni situasi yang akan memberikan landasan dan ara untuk berlangsung nya sautu proses produksi secara efektif dan efisien sebagai mana tidak ada satu definisi baku tentang budaya , demikian juga tidak ada definisi baku mengenai kultur sekolah . Kultur sekolah dapat di jelaskan sebagai sebuah nilai , persepsi , keyakinan dan cara berpikir , untuk bagai mana  memecahkan suatu masalah yang ada dalam suatu lembaga pendidikan yang terbentuk seiring perjalanan sekolah tersebut . Kultur sekolah mempunyai elemen – elemen sebagai berikut : 

Sebagai mana yang telah di jelaskaan di atas bahwa kultur sekolah merupakan suatu perangkat budaya yang terdiri dari norma – norma , ritual , keyakinan , nilai – nilai ,sikap dan kebiasan yang terbentuk dari sepanjang perjalanan sekolah tersebut . Bentuk kultur sekolah secara interisik merupakan suatu yang unik , karena pandangan dan sikap perilaku yang hidup dan berkembang di sekolah tersebut dapat mencerminkan , kepercayaan juga keyakinan yang dalam bagi para sisiwa yang dapat menjadi kan suatu sepirit yang dapat mendukung dan juga dapat membanggun kinerja di sekolah . Terdapat dua unsur dalam budaya sekolah yakni unsur kasat mata / visual dan unsur tidak kasat mata , unsur yang  kasat mata visual  yaitu unsur yang mencerminkan atau berkaitan dengan unsur yang tidak kasat mata, dan unsur yang tidak kasat mata yaitu sebuah filsafat pandanga  dasar suatu sekolah mengenai suatu cara pandang yang luas , mencakup pandangan hidup nilai – nilai yang di anggap penting oleh suatu sekolah dan yang harus di perjuangkan itu semua di cantum kan secara konseptual dalam rumusan visi ,misi  tujuan penting yang harus di capai oleh sekolah . Adapun unsur yang tersusun secara konseptual ataupun verbal yang meliputi visi , misi tujuan dan sasaran , kurikulum , komunikasi , narasi sekolah , setruktur organisasi , ritual , upacara , prosedur belajar , mengajar , pasilitas dan peralatan , pakaian seragam. 

Peran kultur terhadap kemajuan  sekolah 

Kinerja sekolah merupakan suatu pencapaian baik yang di capai oleh sekolah dari peroses atau perilaku sekolah yang dapat di lihat dari produktifitas efisiensi , inovasi , dan kualitas moral kerja di sekolah tersebut.  Kinerja sekolah meliputi juga kinerja siswanya yaitu berupa cara disiplin siswa motivasi , daya saing siswa dalam suatu sekolah . Suatu sekolah dapat dikatakan sebagai sekolah yang berkualitas tinggi apabilah prestasi sekolah jika peserta didiknya menunjukan pencapaian perstasi yang baik , contoh nya dalam bidang akademik seperti UAS dan UN dan pencapaian prestasi yang baik juga di bidang non akademik  seperti di bidang exstrakulikuler . Kultur sekolah dapat memperbaiki kinerja siswa apabila kultur lingkungan sekolahnya sehat , solid , kuat , positif , dan juga profesional . Artinya kultur di sekolah sangat menjadi komitmen yang luas di sekolah , artinya dengan kultur sekolah yang baik akan menciptakan suasan kekeluargaan kolaborasi dan juga semangat untuk bekerja keras dalam menciptakan belajar mengajar yang baik . Melihat dari berbagai penjelasan di atas dapat kita pahami bahwa konsep dari kultur merupakan sebagai upaya untuk memperbaiki kondisi organisasai dalam suatu sekolah yang lebih menekankan pada aspek penghayatan dari segi simbol , tradisi perjalanan sekolah yang dapat membentuk keyakinan dan kepercayaan pada diri dan kebanggaan akan sekolahnya. 

Pengembang Kultur untuk Meningkatkan kinerja siswa 

Siswa memengan peranan yang cukup besar dalam suatu peroses belajar mengajar di sekolah siswa juga mempunyai pengaruh penting dalam keberlangsung pendidikan . Guru bisa saja mengajar walaupun tidak memiliki bangku di kelas dan jika di sekolah tersebut tidak mempunyai ruang kelas yang baik guru masih bisa mengajar walaupun di sekolah tersebut serba kekurangan tetap masih bisa dilaksanakan nya proses belajar mengajar , tetapi jika di sekolah tersebut tidak ada siswa yang terlibat baik secara langsung atau pun tidak langsung maka guru tidak dapat melaksanakan proses belajar dan mengajar . Membangun pendidikan dan juga pengajaran tidak semata – mata membangun kinerja guru saja tetapai juga membangun kinerja siswa juga karena hakikat nya pada proses belajar siswa lah yang mempunyai kebutuhan dalam proses belajar. 

Pungsi kultur sekolah 

Dalam upaya mengembangkan mutu sekolah yang baik  maka sekolah di tuntut untuk terus melakukan perbaikan , untuk mengembangkan kualitas tersebut yaitu dengan cara meningkatkan kultur sekolah yang baik karena kultur sekolah memegang peranan yang sangat penting karena memiliki empat fungsi sebagai berikut : Pertama , sebagai alat untuk menciptakan jati diri siswa . kedua, kultur sekolah akan menciptakan  siswa yang berkomitmen tinggi . ketiga, kultur sekolah akan mendorong terjadinya kesetabilan dan dinamika sosial yang baik . Hal ini penting karena agar lingkungan sekolah tetap aman dan terjaga tidak ada konflik yang terjadi yang akan menggangu penigkatan mutu dalam suatu sekolah . keempat , kultur sekolah akan membangun keberartian lingkungan yang positif . 

Cara membangun kultur sekolah 

Menetap kan visi , misi , tujuan dan strategi sekolah suatu lembaga pendidikan di sekolah peru merumuskan visi, misi tujuan dan strategi apa yang harus di capai oleh suatu sekolah.  Visi adalah cita – cita yang ingin di capai oleh suatu sekolah yang berupa dorongan berupa inspirasi atau pun motipasi ke pada pihak yang berkepentingan untuk dapat mencapai nya. Misi sekolah adalah sesuatu yang wajib di lakukan untuk mewujudkan visi.  Hal yang harus kita lakukan untuk membangun dan memelihara fisik sekolah guna untuk menciptakan kultur sekolah yang baik , kultur sekolah mencerminkan moral dan budaya yang baik sebagi suatu lembaga . ada tiga komponen yang dapat mencerminkan hal tersebut yaitu  simbol , nilai , dan asumsi .

Penerapan nilai – nilai agama dalam membangun kultur sekolah yang baik 

Dalam suatu organisasi sekolah adalah lembaga budaya yang tidak hanya memberikan pemahaman dan pengajaran saja tetapi penting juga penting menanam kan nilai – nilai agama seperti membuat siswanya menjadi manuasia yang  , mandiri dan memiliki norma kesopanan dan berbudi pekerti luhur . Sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan perlu membangun dan mengembangkan kultur sekolah yang baik , sehat , kereatif dan positif .

Dalam membangun kultur sekolah yang baik sangat perlu di dasari oleh pengakuan bahwa manusia adalah mahluk tuhan yang maha esa sehingga apa yang di lakukan selalu di niatkan untuk senantiasa beribada kepada tuhan . Keyakinan dan nilai – nilai agama akan memberikan dampak positif bagi siswanya karena apa yang di lakukan oleh warga sekolah nya akan selalu di pertanggung jawabkan selain dapat membagun kultur sekolah yang baik dengan menanam kan nilai – nilai agama dalam pembelajaran kita juaga mendapat kan suatu manfaat yang baik di sisi tuhan yang maha kuasa 

Impelementasi Kultur Sekolah Untuk Peningkatan Mutu 

Untuk menciptakan peningkatan mutu sekolah yang hendak di capai melalui kultur sekolah dapat di laksanakan dengan dua cara yaitu dengan cara proses pembiasaan dan sistem .

Untuk menciptakan pembiasaan tersebut biasanya dari pihak sekolah menciptakan tata tertib di sekolah , contoh nya seperti budidayakan kesopanan terhadap orang yang lebih tua  dan membangun kesadaran siswa agar jangan melanggar tatatertib yang telah di buat oleh sekolah , yang kedua ialah mengubah pembiasaan menjadi suatu sistem.

Peran Kepala Kekolah

Kepala sekolah harus bisa  memahami kultur sekolah , dan menyadari bahwa hal itu tidak lepas dari struktur dan pola kepemimpinannya. Perubahan kearah kultur  yang positif harus dimulai dari kepemimpinan kepala sekolah. Kepala sekolah harus mengembangkan  kepemimpinan berdasarkan dialog, saling perhatian dan pengertian satu dengan yang lain. Biarlah guru, staf administrasi bahkan siswa menyampaikan pandangannya tentang kultur sekolah yang ada dewasa ini, mana segi positif dan mana negatif, khususnya berkaitan dengan kepemimpinan kepala sekolah, struktur organisasi, nilai-nilai dan norma-norma, kepuasan terhadap kelas, kepuasan terhadap pelayanan dan produktivitas sekolah, Pandangan ini sangat penting artinya bagi upaya untuk merubah kultur sekolah.

Kultur sekolah berkaitan erat dengan visi yang dimiliki oleh kepala sekolah tentang masa depan sekolahnya. Kepala sekolah yang memiliki visi untuk menghadapi tantangan sekolah di masa depan akan lebih sukses dalam membangun kultur sekolah. Untuk membangun visi sekolah ini, perlu kolaborasi antara kepala sekolah, guru,staf administrasi danorang tua siswa. Kultur sekolah akan baik apabila:  kepala sekolah dapat berperan sebagai model, mampu membangun kerjasama tim,  belajar dari guru, staf, dan siswa, dan,  harus memahami kebiasaan yang baik untuk terus dikembangkan. Kepala sekolah dan guru harus mampu memahami lingkungan sekolah yang  tersebut. Karenar untuk melihat, memahami dan memecahkan berbagai masalah yang terjadi di sekolah. 

Sekolah sebagai sebuah lembaga pendidikan seyogyanya memiliki kultur sekolah yang positif agar secara terus menerus dapat meningkatkan mutunya. Kultur sekolah yang positif akan menumbuh kan nilai-nilai yang positif dan kemanusiaan sehingga sekolah benar-benar dapat menjadi wadah  perubahan untuk menjadikan manusia  yang utuh, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berahlak mulia, seha jiwat ,berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi masyarakat yang bertanggung jawab.

      Kultur sekolah harus dibangun berlandaskan visi, misi dan tujuan sekolah dengan menerapkan manejemen partisipatif dan terbuka sehingga benar-benar bisa dipahami dan dihayati oleh seluruh siswa dan guru di  sekolah dan para pemegang kepentingan di sekolah sehingga dapat diimplemntasikan secara ikhlas dan konsisten untuk mencapai cita-cita yang telah ditetapkan dalam visi dan tujuan di sekolah. Jika di laksanakan dengan baik, kultur sekolah dapat meningkatkan kualitasnya secara terpadu untuk kepuasan , baik dari dalam maupun dari luar .


Sumber Referensi 

http://journal.iaingorontalo.ac.id › ...PDF KULTUR SEKOLAH DAN KINERJA PESERTA DIDIK MAN ...

Kultur sekolah

 Asalammualaikum warahmatullahi wabarahkatu 

Nama saya , redo saputra dari kelas pai 4 e disini saya akan menceritakan laporan hasil membaca saya yaitu dengan topik kultur sekolah , pada hari sabtu tanggal ( 10-04-2021) untuk memenuhi tugas matakuliah magang satu . Kami sebagai mahasiswa di wajibkan untuk menulis laporan hasil membaca pada setiap kali pertemuan nya sesuai dengan, bahan bacaan yang telah di berikan oleh dosen ,terkait dengan bahan bacaan yang saya baca dan saya pahami tentang kultur sekolah , pertama – tama saya akan menjelaskan menurut pemahaman saya apa itu kultur . Istilah kata kultur berasal dari bahasa inggris yaitu culture  yang bisa di samakan dengan istilah budaya . Menurut zamroni (2000: 149), konsep kultur dalam dunia pendidikan berasal dari kultur tempat kerja dan industri , yakni situasi yang akan memberikan landasan dan ara untuk berlangsung nya sautu proses produksi secara efektif dan efisien sebagai mana tidak ada satu definisi baku tentang budaya , demikian juga tidak ada definisi baku mengenai kultur sekolah . Kultur sekolah dapat di jelaskan sebagai sebuah nilai , persepsi , keyakinan dan cara berpikir , untuk bagai mana  memecahkan suatu masalah yang ada dalam suatu lembaga pendidikan yang terbentuk seiring perjalanan sekolah tersebut . Kultur sekolah mempunyai elemen – elemen sebagai berikut : 

Sebagai mana yang telah di jelaskaan di atas bahwa kultur sekolah merupakan suatu perangkat budaya yang terdiri dari norma – norma , ritual , keyakinan , nilai – nilai ,sikap dan kebiasan yang terbentuk dari sepanjang perjalanan sekolah tersebut . Bentuk kultur sekolah secara interisik merupakan suatu yang unik , karena pandangan dan sikap perilaku yang hidup dan berkembang di sekolah tersebut dapat mencerminkan , kepercayaan juga keyakinan yang dalam bagi para sisiwa yang dapat menjadi kan suatu sepirit yang dapat mendukung dan juga dapat membanggun kinerja di sekolah . Terdapat dua unsur dalam budaya sekolah yakni unsur kasat mata / visual dan unsur tidak kasat mata , unsur yang  kasat mata visual  yaitu unsur yang mencerminkan atau berkaitan dengan unsur yang tidak kasat mata, dan unsur yang tidak kasat mata yaitu sebuah filsafat pandanga  dasar suatu sekolah mengenai suatu cara pandang yang luas , mencakup pandangan hidup nilai – nilai yang di anggap penting oleh suatu sekolah dan yang harus di perjuangkan itu semua di cantum kan secara konseptual dalam rumusan visi ,misi  tujuan penting yang harus di capai oleh sekolah . Adapun unsur yang tersusun secara konseptual ataupun verbal yang meliputi visi , misi tujuan dan sasaran , kurikulum , komunikasi , narasi sekolah , setruktur organisasi , ritual , upacara , prosedur belajar , mengajar , pasilitas dan peralatan , pakaian seragam. 

Peran kultur terhadap kemajuan  sekolah 

Kinerja sekolah merupakan suatu pencapaian baik yang di capai oleh sekolah dari peroses atau perilaku sekolah yang dapat di lihat dari produktifitas efisiensi , inovasi , dan kualitas moral kerja di sekolah tersebut.  Kinerja sekolah meliputi juga kinerja siswanya yaitu berupa cara disiplin siswa motivasi , daya saing siswa dalam suatu sekolah . Suatu sekolah dapat dikatakan sebagai sekolah yang berkualitas tinggi apabilah prestasi sekolah jika peserta didiknya menunjukan pencapaian perstasi yang baik , contoh nya dalam bidang akademik seperti UAS dan UN dan pencapaian prestasi yang baik juga di bidang non akademik  seperti di bidang exstrakulikuler . Kultur sekolah dapat memperbaiki kinerja siswa apabila kultur lingkungan sekolahnya sehat , solid , kuat , positif , dan juga profesional . Artinya kultur di sekolah sangat menjadi komitmen yang luas di sekolah , artinya dengan kultur sekolah yang baik akan menciptakan suasan kekeluargaan kolaborasi dan juga semangat untuk bekerja keras dalam menciptakan belajar mengajar yang baik . Melihat dari berbagai penjelasan di atas dapat kita pahami bahwa konsep dari kultur merupakan sebagai upaya untuk memperbaiki kondisi organisasai dalam suatu sekolah yang lebih menekankan pada aspek penghayatan dari segi simbol , tradisi perjalanan sekolah yang dapat membentuk keyakinan dan kepercayaan pada diri dan kebanggaan akan sekolahnya. 

Pengembang Kultur untuk Meningkatkan kinerja siswa 

Siswa memengan peranan yang cukup besar dalam suatu peroses belajar mengajar di sekolah siswa juga mempunyai pengaruh penting dalam keberlangsung pendidikan . Guru bisa saja mengajar walaupun tidak memiliki bangku di kelas dan jika di sekolah tersebut tidak mempunyai ruang kelas yang baik guru masih bisa mengajar walaupun di sekolah tersebut serba kekurangan tetap masih bisa dilaksanakan nya proses belajar mengajar , tetapi jika di sekolah tersebut tidak ada siswa yang terlibat baik secara langsung atau pun tidak langsung maka guru tidak dapat melaksanakan proses belajar dan mengajar . Membangun pendidikan dan juga pengajaran tidak semata – mata membangun kinerja guru saja tetapai juga membangun kinerja siswa juga karena hakikat nya pada proses belajar siswa lah yang mempunyai kebutuhan dalam proses belajar. 

Pungsi kultur sekolah 

Dalam upaya mengembangkan mutu sekolah yang baik  maka sekolah di tuntut untuk terus melakukan perbaikan , untuk mengembangkan kualitas tersebut yaitu dengan cara meningkatkan kultur sekolah yang baik karena kultur sekolah memegang peranan yang sangat penting karena memiliki empat fungsi sebagai berikut : Pertama , sebagai alat untuk menciptakan jati diri siswa . kedua, kultur sekolah akan menciptakan  siswa yang berkomitmen tinggi . ketiga, kultur sekolah akan mendorong terjadinya kesetabilan dan dinamika sosial yang baik . Hal ini penting karena agar lingkungan sekolah tetap aman dan terjaga tidak ada konflik yang terjadi yang akan menggangu penigkatan mutu dalam suatu sekolah . keempat , kultur sekolah akan membangun keberartian lingkungan yang positif . 

Cara membangun kultur sekolah 

Menetap kan visi , misi , tujuan dan strategi sekolah suatu lembaga pendidikan di sekolah peru merumuskan visi, misi tujuan dan strategi apa yang harus di capai oleh suatu sekolah.  Visi adalah cita – cita yang ingin di capai oleh suatu sekolah yang berupa dorongan berupa inspirasi atau pun motipasi ke pada pihak yang berkepentingan untuk dapat mencapai nya. Misi sekolah adalah sesuatu yang wajib di lakukan untuk mewujudkan visi.  Hal yang harus kita lakukan untuk membangun dan memelihara fisik sekolah guna untuk menciptakan kultur sekolah yang baik , kultur sekolah mencerminkan moral dan budaya yang baik sebagi suatu lembaga . ada tiga komponen yang dapat mencerminkan hal tersebut yaitu  simbol , nilai , dan asumsi .

Penerapan nilai – nilai agama dalam membangun kultur sekolah yang baik 

Dalam suatu organisasi sekolah adalah lembaga budaya yang tidak hanya memberikan pemahaman dan pengajaran saja tetapi penting juga penting menanam kan nilai – nilai agama seperti membuat siswanya menjadi manuasia yang  , mandiri dan memiliki norma kesopanan dan berbudi pekerti luhur . Sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan perlu membangun dan mengembangkan kultur sekolah yang baik , sehat , kereatif dan positif .

Dalam membangun kultur sekolah yang baik sangat perlu di dasari oleh pengakuan bahwa manusia adalah mahluk tuhan yang maha esa sehingga apa yang di lakukan selalu di niatkan untuk senantiasa beribada kepada tuhan . Keyakinan dan nilai – nilai agama akan memberikan dampak positif bagi siswanya karena apa yang di lakukan oleh warga sekolah nya akan selalu di pertanggung jawabkan selain dapat membagun kultur sekolah yang baik dengan menanam kan nilai – nilai agama dalam pembelajaran kita juaga mendapat kan suatu manfaat yang baik di sisi tuhan yang maha kuasa 

Impelementasi Kultur Sekolah Untuk Peningkatan Mutu 

Untuk menciptakan peningkatan mutu sekolah yang hendak di capai melalui kultur sekolah dapat di laksanakan dengan dua cara yaitu dengan cara proses pembiasaan dan sistem .

Untuk menciptakan pembiasaan tersebut biasanya dari pihak sekolah menciptakan tata tertib di sekolah , contoh nya seperti budidayakan kesopanan terhadap orang yang lebih tua  dan membangun kesadaran siswa agar jangan melanggar tatatertib yang telah di buat oleh sekolah , yang kedua ialah mengubah pembiasaan menjadi suatu sistem.

Peran Kepala Kekolah

Kepala sekolah harus bisa  memahami kultur sekolah , dan menyadari bahwa hal itu tidak lepas dari struktur dan pola kepemimpinannya. Perubahan kearah kultur  yang positif harus dimulai dari kepemimpinan kepala sekolah. Kepala sekolah harus mengembangkan  kepemimpinan berdasarkan dialog, saling perhatian dan pengertian satu dengan yang lain. Biarlah guru, staf administrasi bahkan siswa menyampaikan pandangannya tentang kultur sekolah yang ada dewasa ini, mana segi positif dan mana negatif, khususnya berkaitan dengan kepemimpinan kepala sekolah, struktur organisasi, nilai-nilai dan norma-norma, kepuasan terhadap kelas, kepuasan terhadap pelayanan dan produktivitas sekolah, Pandangan ini sangat penting artinya bagi upaya untuk merubah kultur sekolah.

Kultur sekolah berkaitan erat dengan visi yang dimiliki oleh kepala sekolah tentang masa depan sekolahnya. Kepala sekolah yang memiliki visi untuk menghadapi tantangan sekolah di masa depan akan lebih sukses dalam membangun kultur sekolah. Untuk membangun visi sekolah ini, perlu kolaborasi antara kepala sekolah, guru,staf administrasi danorang tua siswa. Kultur sekolah akan baik apabila:  kepala sekolah dapat berperan sebagai model, mampu membangun kerjasama tim,  belajar dari guru, staf, dan siswa, dan,  harus memahami kebiasaan yang baik untuk terus dikembangkan. Kepala sekolah dan guru harus mampu memahami lingkungan sekolah yang  tersebut. Karenar untuk melihat, memahami dan memecahkan berbagai masalah yang terjadi di sekolah. 

Sekolah sebagai sebuah lembaga pendidikan seyogyanya memiliki kultur sekolah yang positif agar secara terus menerus dapat meningkatkan mutunya. Kultur sekolah yang positif akan menumbuh kan nilai-nilai yang positif dan kemanusiaan sehingga sekolah benar-benar dapat menjadi wadah  perubahan untuk menjadikan manusia  yang utuh, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berahlak mulia, seha jiwat ,berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi masyarakat yang bertanggung jawab.

      Kultur sekolah harus dibangun berlandaskan visi, misi dan tujuan sekolah dengan menerapkan manejemen partisipatif dan terbuka sehingga benar-benar bisa dipahami dan dihayati oleh seluruh siswa dan guru di  sekolah dan para pemegang kepentingan di sekolah sehingga dapat diimplemntasikan secara ikhlas dan konsisten untuk mencapai cita-cita yang telah ditetapkan dalam visi dan tujuan di sekolah. Jika di laksanakan dengan baik, kultur sekolah dapat meningkatkan kualitasnya secara terpadu untuk kepuasan , baik dari dalam maupun dari luar .