Sabtu, 21 September 2019

Pengalaman bahasa

Pengalaman bahasa

Pengalaman  bahasa yang pernah saya alami adalah pada saat saya pindah dari palembang ke pontianak karena bahasa palembang sumatra dengan bahasa pontianak sangat jauh berbeda pada saat itu saya pergi ke super market untuk belanja dan saya menanyakan apa nama barang ini dengan mengunakan bahasa Palembang dan pemilik toko nya tidak mengerti apa yang saya katakan ketika itu saya langsung mengunakan bahasa formal yaitu bahasa indonesia dan pemilik toko baru mengerti apa yang saya bicarakan dan saya pun pulang ke rumah dan saya menceritakan kejadian di supermarket tadi pada paman saya di rumah dan paman saya tertawa setelah kejadian itu saya berusaha untuk berbicara mengunakan bahasa indonesia walaupun saya kadang masih sedikit mengunakan bahasa daerah
Dan ada lagi pengalaman bahasa yang pernah saya alami yaitu ketika saya baru masuk sekolah di smk almadani
Pontianak yaitu pada tahun 2016 dana saya banyak bertemu dengan orang - orang mengunakan bahasa Melayu pertama saya tidak mengerti apa yang mereka bicarakan dan pertama kali saya masuk sekolah yaitu di smk al madani pontianak saya banyak bertemu dengan teman mereka berbicara bahasa melayu saya mengerti sedikit - sedikit apa yang mereka bicarakan karena saya baru pindah dari palembang sumatra selatan dan bahasanya berbeda jau sekali saya berbicara dengan mengunakan bahasa indonesia satu minggu saya sekolah saya mendengar mereka bicara yang dia ucapkan meramput , pembual , degel saya tidak mengerti apa yang mereka bicarakan akhirnya saya bertanya kepada teman sebangku saya apa itu meramput dan teman saya memberi tahu saya saat itu baru saya mengerti tapi saya masi belum lancar bahasa melayu pontianak dan ada lagi bahasa yang  lain teman saya ada yang dari sambas pertama bahasanya agak aneh di telinga saya di menyapa saya saat berpapasan di jalan dengan kata nax kemane tok saya hanya tersenyum saja karena saya tidak mengerti apa yang dia katakan setelah satu bulan saya sekolah di smk al madani perlahan tapi pasti saya sudah mulai bisa bahasa melayu pontianak pon teman saya berkata wah kamu sudah mulai bisa bahasa melayu karena saya berteman juga dengan iranv sambas saya belajar sedikit-sedikit dari dia akhirnya saya juga bisa bahasa sambas walau tidak sepenuh nya paham walau sudah tiga tahun di pontianak saya tidak melupakan bahasa daerah saya sendiri dan di bangku kuliah saya di pertemukan kembali dengan teman - teman orang sambas membuat saya semakin paham bahasa sambas dan saya juga bertemu dengan orang berbahasa madura tetapi walau banyak sekali bahasa daerah di kampus tapi apa biala maju presentasi kedepan tetap lah menggunakan bahasa indonesia demikian lah pengalaman bahasa yang pernah saya alami di pontianak kalimantan barat.

Rabu, 18 September 2019

Tentang saya

Tentang saya

Nama : redo saputra
Fakultas : ftik
Jurusan : Pai

Pada tanggal  26-29 September 2019 itu adalah awal saya masuk ke kampus iain pontianak
Sebelum kami Pbak kami di suruh mengikuti kegiatan pra pbak disitu kami kami di kasi tau apa saja peralatan yang harus di bawa pada saat pbak nanti pada saat kegiatan pra pbak kami sudah di bentuk kelompok dan alhamdulilah saya masuk kelompok 11 setelah pembentukan kelompok selesai kami di suruh untuk mencari mentor setelah ketemu mentor  dan abang mentor lah yang membimbing kami dari awal pbak  peralatan yang wajib di bawa pada waktu kegiatan pbak  adalah perlengkapan mandi dan baju nemtek wajib di bawa apabila tidak di bawa maka kita akan di hukum karena sudah ada perjanjian pada waktu pra pbak antara maba dan bintal di atas materai enam ribu
Kegiatan pbak yang pertama yaitu sambutan dari rektor IAIN Pontianak sampai selesai dan alhamdulilah kegiatan berlangsung dengan lancar setelah kegiatan pbak selesai waktu itu selesainya jam lima setelah selesai kami di suruh oleh senior kami untuk mandi dan mempersiapkan diri untuk lanjut kegiatan lagi jam tujuh malam pada saat kami mau mandi kami mengalami kesusahan untuk mandi karena yang mengunakan toilet untuk mandi itu ramai saya menunggu giliran mandi dan saya mengantri cukup lama setelah mandi kami lanjut kegiatan
Setelah kegiatan pbak selesai kami di suruh senior kami atau para panitia untuk langsung tidur setelah saya sampai di ruangan badan terasa sangat lelah karena satu harian meggikuti kegiatan  di mana tempat tidur kami hanyalah lantai tidak ad kasur dan bantal saya mengunakan tas tapi itu semua tidak menyurutkan semangat
Kami kesokan harinya kami di suruh bangun jam tiga subuh untuk solat subuh berjamaah di masjid karena air di lamar mandi tidak mengalir jadi ada para maba
Memilih untuk tidak mandi saya sendiri juga ikut tidak mandi karena malas untuk mengantri di kamar mandi kegiatan pbak sangat melelahkan bagi saya tapi saya harus tetap mengikuti kegiatan nya saya makan malam nasi tidak ada kuahnya sehingga susah untuk menelan nasi tersebut dan lauk nya ayam tapi hal seperti itu sudah biasa saya alami dari awal pbak