Pengalaman bahasa
Pengalaman bahasa yang pernah saya alami adalah pada saat saya pindah dari palembang ke pontianak karena bahasa palembang sumatra dengan bahasa pontianak sangat jauh berbeda pada saat itu saya pergi ke super market untuk belanja dan saya menanyakan apa nama barang ini dengan mengunakan bahasa Palembang dan pemilik toko nya tidak mengerti apa yang saya katakan ketika itu saya langsung mengunakan bahasa formal yaitu bahasa indonesia dan pemilik toko baru mengerti apa yang saya bicarakan dan saya pun pulang ke rumah dan saya menceritakan kejadian di supermarket tadi pada paman saya di rumah dan paman saya tertawa setelah kejadian itu saya berusaha untuk berbicara mengunakan bahasa indonesia walaupun saya kadang masih sedikit mengunakan bahasa daerah
Dan ada lagi pengalaman bahasa yang pernah saya alami yaitu ketika saya baru masuk sekolah di smk almadani
Pontianak yaitu pada tahun 2016 dana saya banyak bertemu dengan orang - orang mengunakan bahasa Melayu pertama saya tidak mengerti apa yang mereka bicarakan dan pertama kali saya masuk sekolah yaitu di smk al madani pontianak saya banyak bertemu dengan teman mereka berbicara bahasa melayu saya mengerti sedikit - sedikit apa yang mereka bicarakan karena saya baru pindah dari palembang sumatra selatan dan bahasanya berbeda jau sekali saya berbicara dengan mengunakan bahasa indonesia satu minggu saya sekolah saya mendengar mereka bicara yang dia ucapkan meramput , pembual , degel saya tidak mengerti apa yang mereka bicarakan akhirnya saya bertanya kepada teman sebangku saya apa itu meramput dan teman saya memberi tahu saya saat itu baru saya mengerti tapi saya masi belum lancar bahasa melayu pontianak dan ada lagi bahasa yang lain teman saya ada yang dari sambas pertama bahasanya agak aneh di telinga saya di menyapa saya saat berpapasan di jalan dengan kata nax kemane tok saya hanya tersenyum saja karena saya tidak mengerti apa yang dia katakan setelah satu bulan saya sekolah di smk al madani perlahan tapi pasti saya sudah mulai bisa bahasa melayu pontianak pon teman saya berkata wah kamu sudah mulai bisa bahasa melayu karena saya berteman juga dengan iranv sambas saya belajar sedikit-sedikit dari dia akhirnya saya juga bisa bahasa sambas walau tidak sepenuh nya paham walau sudah tiga tahun di pontianak saya tidak melupakan bahasa daerah saya sendiri dan di bangku kuliah saya di pertemukan kembali dengan teman - teman orang sambas membuat saya semakin paham bahasa sambas dan saya juga bertemu dengan orang berbahasa madura tetapi walau banyak sekali bahasa daerah di kampus tapi apa biala maju presentasi kedepan tetap lah menggunakan bahasa indonesia demikian lah pengalaman bahasa yang pernah saya alami di pontianak kalimantan barat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar